The Sayan House. Ada satu tempat di Ubud yang seolah dirancang untuk mereka yang mencari keseimbangan antara keindahan alam, cita rasa unik, dan ketenangan batin. Namanya The Sayan House, restoran elegan yang berdiri di tepian lembah Sungai Ayung — salah satu spot paling memesona di Bali.
Begitu melangkah masuk, kamu akan disambut oleh pemandangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Di depan mata, hamparan lembah hijau menjulur luas. Di kejauhan, sinar matahari sore menembus sela-sela pepohonan, menciptakan bayangan yang menari di atas sungai. Angin lembut membawa aroma bunga dan rempah dari dapur terbuka. Suasananya tenang, romantis, sekaligus magis.
Deskripsi & Konsep
The Sayan House bukan sekadar restoran — ia adalah perpaduan seni, alam, dan kuliner dalam satu ruang. Interiornya bergaya tropis modern, terbuka ke arah pemandangan alam, dengan kayu hangat dan dekorasi minimalis khas Jepang.
Yang membuatnya istimewa adalah fusion cuisine Jepang dan Latin. Perpaduan ini terasa berani, tapi justru berhasil menciptakan harmoni rasa yang mengejutkan. Bayangkan sushi roll dengan saus salsa nan segar, atau tacos berisi tuna sashimi dengan sentuhan wasabi. Semuanya disajikan dengan presentasi yang elegan, tapi tetap terasa “santai Bali”.
Restoran ini sangat cocok untuk makan malam romantis, perayaan kecil, atau sekadar menikmati sore dengan segelas koktail sambil memandangi matahari turun perlahan di balik pepohonan.
Lokasi The Sayan House
Alamat: Jl. Raya Sayan No. 70, Sayan, Ubud, Gianyar, Bali.
Restoran ini terletak sekitar 10 menit dari pusat Ubud. Meski sedikit menanjak dan berliku, perjalanan ke sana akan terasa menyenangkan — kamu akan melewati desa-desa tenang, sawah hijau, dan hutan bambu yang menenangkan hati.
Letaknya berada di tepi jurang dengan pemandangan langsung ke Sungai Ayung, sungai terbesar dan paling terkenal di Ubud. Lokasi ini menjadikan The Sayan House salah satu spot makan dengan view terbaik di Bali bagian tengah.
Baca Juga : Suwat Waterfall: Permata Tersembunyi di Jantung Ubud
Daya Tarik Utama
1. Pemandangan Lembah yang Menakjubkan
Dari teras restoran, kamu bisa melihat lembah tropis yang seolah tak berujung. Saat senja tiba, langit berubah menjadi oranye keemasan — momen yang membuat setiap tamu diam sejenak dan tersenyum kagum.
2. Kuliner Jepang–Latin yang Unik
Perpaduan dua dunia kuliner ini menciptakan rasa yang tak terduga. Menu favorit pengunjung antara lain Salmon Aburi Roll, Tuna Tataki Tacos, dan Truffle Edamame. Rasanya ringan, segar, tapi penuh karakter.
3. Bar dengan Suasana Santai
The Sayan House memiliki Sunset Bar yang menghadap langsung ke lembah. Duduk di sini sambil menikmati koktail seperti Sayan Mojito atau Spicy Margarita adalah cara sempurna untuk menutup sore.
4. Tempat yang Instagrammable
Hampir setiap sudut restoran ini bisa jadi latar foto yang menakjubkan — dari balkon kayu, jendela besar yang terbuka ke arah hutan, hingga meja makan berlatar sunset.
5. Pelayanan yang Hangat
Staf di sini dikenal sangat ramah dan perhatian. Mereka akan memastikan pengalamanmu terasa personal, tenang, dan berkesan.
Baca Juga : Alas Harum Agro Tourism: Menyelami Keindahan Alam dan Adrenalin di Jantung Ubud
Jam Buka & Harga The Sayan House
- Jam buka: 08.00 – 22.00 WITA
- Waktu terbaik datang: 16.30 – 18.30 (untuk menikmati sunset)
Kisaran harga:
- Makanan utama mulai dari Rp 150.000 – Rp 350.000
- Koktail dan minuman mulai dari Rp 120.000
- Tidak ada tiket masuk, hanya pembayaran sesuai pesanan.
Meskipun tergolong fine dining, suasananya tidak kaku — lebih seperti “mewah tapi santai”. Disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu, terutama pada jam makan malam atau akhir pekan.
Cara Menuju

Dari pusat Ubud (Monkey Forest), arahkan perjalanan ke barat daya menuju Jl. Raya Sayan. Perjalanan sekitar 3–4 km atau 10 menit dengan mobil atau motor.
Jika kamu tidak membawa kendaraan, kamu bisa menggunakan ojek online atau jasa driver lokal yang biasa mengantar wisatawan ke area Sayan.
Jalan menuju restoran sedikit menanjak dan berliku, tapi semuanya akan terbayar begitu kamu melihat pemandangan di sana.
Baca Juga : Donna Ubud – Perpaduan Cita Rasa dan Gaya di Hati Ubud
Wisata & Aktivitas Terdekat
- Campuhan Ridge Walk – Jalur trekking populer dengan panorama lembah yang mirip dengan The Sayan House, hanya 5–10 menit dari lokasi.
- Tegalalang Rice Terrace – Sawah berundak terkenal, sekitar 30 menit ke utara.
- Goa Gajah – Situs arkeologi kuno dengan relief batu megah.
- Ubud Palace & Art Market – Nikmati seni dan kerajinan khas Bali di pusat kota.
- Ayung River Rafting – Aktivitas arung jeram penuh adrenalin yang juga melintasi area Sayan.
Kamu bisa menikmati makan siang di The Sayan House, lalu melanjutkan dengan berjalan santai di Campuhan Ridge atau berburu oleh-oleh di Pasar Seni Ubud.
Aktivitas di Sekitar
Selain menikmati kuliner, kamu juga bisa:
- Mengikuti kelas yoga di resort sekitar seperti The Yoga Barn atau Four Seasons Sayan.
- Melakukan photoshoot prewedding di area sekitar lembah yang terkenal romantis.
- Menikmati pijat tradisional Bali di spa-spa kecil sekitar Sayan.
- Menginap di villa-villa privat di tepi hutan dengan suasana serupa The Sayan House.
Kesimpulan The Sayan House
The Sayan House adalah tempat di mana alam, rasa, dan suasana berpadu menjadi satu kesempurnaan. Ia bukan sekadar restoran, melainkan pengalaman yang menyentuh hati — sebuah pelarian kecil dari hiruk-pikuk dunia.
Datanglah saat langit mulai jingga. Duduk di tepi balkon, pesan hidangan favoritmu, dan biarkan waktu berjalan perlahan. Di sini, setiap detik terasa istimewa.
The Sayan House bukan hanya tentang makanan, tapi tentang merasakan hidup dengan lebih lembut dan penuh rasa syukur.



















