Sweet Orange. Ubud selalu punya kejutan untuk siapa saja yang datang. Di balik jalanan kecil dan gang sempit yang tak terlihat mencolok, ada sebuah tempat sederhana namun memesona: Sweet Orange Warung & Pondok. Tempat ini bukan sekadar warung makan atau penginapan, melainkan sebuah pengalaman menyatu dengan alam yang begitu sulit dilupakan.
Begitu melangkah masuk ke jalan setapak menuju Sweet Orange, suasana berubah drastis. Keramaian pusat kota Ubud perlahan menghilang, berganti dengan suara gemericik air irigasi, tiupan angin yang melewati batang padi, dan panorama hijau yang menenangkan mata. Rasa lelah hilang, diganti rasa penasaran untuk segera tiba di warung kecil yang terkenal dengan pesonanya.
Lokasi yang “Tersembunyi” Tapi Mudah Dijangkau
Sweet Orange berlokasi di Jalan Kajeng, hanya beberapa menit dari Puri Saren Agung (Ubud Palace). Meski dekat, sensasi yang dirasakan seolah berada jauh dari keramaian turis. Letaknya berada di jalur Kajeng Rice Field Walk, sebuah jalan setapak di tengah sawah yang populer untuk trekking ringan.
Lokasi : Google Maps
Untuk menuju ke sana, pengunjung biasanya berjalan kaki dari pusat Ubud sekitar 10–15 menit. Jalanannya cukup sempit untuk kendaraan besar, jadi berjalan santai adalah cara terbaik. Justru perjalanan menuju tempat ini adalah bagian dari pesonanya—banyak orang sengaja datang bukan hanya untuk makan, tetapi untuk merasakan suasana pedesaan Bali yang masih asri.
Daya Tarik Sweet Orange
1. Panorama Sawah yang Menyegarkan
Bayangkan duduk di kursi bambu dengan segelas jus jeruk segar, memandang hamparan padi yang melambai tertiup angin. Dari pagi hingga senja, suasananya selalu indah. Banyak fotografer dan pelancong datang hanya untuk menangkap momen cahaya matahari yang menimpa hamparan hijau ini.
2. Menu Lokal dengan Rasa Rumahan
Warung ini menyajikan makanan sederhana khas Bali dan Indonesia: nasi goreng, mie goreng, ayam kare, tempe goreng, hingga lumpia yang renyah. Semua disajikan dengan cita rasa rumahan yang hangat. Harga makanannya pun ramah di kantong, cocok untuk backpacker maupun wisatawan yang ingin makan nikmat tanpa khawatir kantong jebol.
3. Suasana Tenang & Jauh dari Hiruk Pikuk
Sweet Orange bukanlah restoran megah atau kafe bergaya modern, melainkan warung sederhana dengan atmosfer pedesaan. Justru kesederhanaan inilah yang membuat banyak orang jatuh hati. Kamu bisa duduk berlama-lama tanpa merasa terusik, ditemani suara burung dan angin.
4. Pondok untuk Menginap
Selain warung, ada juga Sweet Orange Pondok yang menawarkan kamar-kamar mungil bergaya bungalow di tengah taman dan sawah. Fasilitasnya sederhana tapi nyaman: kolam renang, WiFi, dan sarapan. Cocok untuk yang ingin merasakan hidup beberapa hari dalam ketenangan khas Ubud.
Baca Juga : Tangkub Waterfall: Surga Tersembunyi Tenang di Ubud
Jam Buka & Harga Makanan

Warung Sweet Orange buka setiap hari, biasanya mulai pukul 10.00 pagi hingga 8.00 malam.
Untuk Sweet Orange Pondok, harga kamar bervariasi mulai dari Rp400.000–Rp700.000 per malam, tergantung musim dan tipe kamar.
Cara Menuju Sweet Orange
- Dari Ubud Palace: berjalan kaki sekitar 10–15 menit melalui Jalan Kajeng, lanjut ke jalur sawah.
- Dengan sepeda motor: bisa diparkir di ujung Jalan Kajeng, lalu lanjut berjalan kaki.
- Dari Monkey Forest: sekitar 10 menit berkendara.
Perjalanan terbaik adalah dengan berjalan kaki, karena sepanjang jalur kamu akan disuguhi pemandangan sawah yang menyejukkan.
Wisata & Aktivitas Terdekat
- Kajeng Rice Field Walk / Subak Juwuk Manis – jalur trekking ringan yang melewati sawah, cocok untuk jalan pagi atau sore.
- Ubud Palace & Ubud Art Market – pusat seni dan budaya Ubud, hanya beberapa menit dari Sweet Orange.
- Campuhan Ridge Walk – jalur jalan kaki dengan panorama lembah dan bukit hijau.
- Museum Puri Lukisan – museum seni tertua di Bali, menyimpan karya-karya seni lukis Bali klasik.
- Pertunjukan Tari Tradisional – di sekitar Ubud Palace setiap malam.
Baca Juga : Juwuk Manis Rice Field Walk: Jalur Sawah Asri dan Tenang
Aktivitas Menarik di Sekitar Sweet Orange
- Berjalan santai di sawah sambil menikmati sunrise atau sunset.
- Yoga dan meditasi di tengah alam terbuka.
- Belajar fotografi lanskap, karena cahaya di sawah Ubud sering menciptakan suasana magis.
- Mengikuti kelas memasak Bali yang banyak ditawarkan di sekitar Ubud.
Kesimpulan
Sweet Orange adalah contoh sempurna bagaimana sesuatu yang sederhana bisa begitu berkesan. Ia bukan restoran mewah, bukan pula hotel bintang lima. Namun justru dengan keaslian dan kesederhanaannya, tempat ini mampu mencuri hati banyak wisatawan.
Jika kamu mencari suasana tenang, alami, dan otentik, Sweet Orange adalah jawabannya. Duduk santai dengan sepiring nasi goreng, menginap semalam di pondok sederhana, atau sekadar berjalan kaki melalui jalur sawah menuju tempat ini—semua akan meninggalkan cerita indah yang kamu bawa pulang dari Ubud.



















