Sumampan Waterfall, yang terletak di Desa Kemenuh, Gianyar, adalah sebuah permata tersembunyi yang menawarkan pengalaman berbeda dari air terjun pada umumnya di Bali. Meski alirannya tidak terlalu deras, keindahan air terjun ini justru terletak pada suasananya yang tenang, artistik, dan alami. Di sekelilingnya, tebing-tebing batu dihiasi ukiran wajah-wajah misterius karya seniman lokal, berpadu harmonis dengan alam sekitar. Tempat ini menjadi pelarian sempurna dari keramaian, cocok bagi mereka yang mencari ketenangan atau sekadar ingin menikmati sisi lain Bali yang lebih intim.
Dibutuhkan sedikit usaha untuk mencapainya — melalui jalan setapak dan menuruni anak tangga curam — tetapi sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut oleh gemericik air, rimbunnya pepohonan tropis, dan udara segar yang menyegarkan. Sumampan Waterfall bukan hanya destinasi alam, tetapi juga ruang refleksi dan apresiasi terhadap seni yang menyatu dengan lingkungan. Suasana sakral dan damainya menjadikan tempat ini favorit tersembunyi bagi para pencinta alam, fotografer, hingga pejalan spiritual.
Lokasi & Akses Sumampan Waterfall
Sumampan Waterfall terletak di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar — hanya sekitar 30 menit berkendara dari pusat Ubud atau sekitar 1 jam dari Bandara Ngurah Rai.
Lokasi : Google Maps
Dari tempat parkir, Anda harus berjalan kaki melewati jalur kecil di tengah kebun warga. Tak lama, Anda akan menuruni beberapa anak tangga curam yang dilapisi tanah dan lumut. Tak perlu khawatir — perjalanan singkat ini akan dibayar lunas dengan suara gemericik air dan pemandangan hijau lebat di ujung jalan.
Daya Tarik Sumampan Waterfall

1. Air Terjun Artistik
Berbeda dari air terjun besar lainnya, Sumampan memiliki karakter lembut dan tenang. Alirannya tidak deras, justru mengalir perlahan di antara tebing-tebing batu yang memikat mata. Uniknya, di bebatuan sekitar air terjun terdapat ukiran-ukiran wajah dan figur abstrak, hasil karya seniman lokal, yang menyatu alami dengan suasana alam.
2. Atmosfer Magis dan Menenangkan
Tempat ini terasa seperti altar alam. Pepohonan tinggi menjulang, akar menggantung, dan cahaya matahari menyusup di sela-sela dedaunan menciptakan suasana magis. Sangat cocok untuk meditasi, yoga ringan, atau sekadar duduk merenung ditemani gemericik air.
3. Belum Terjamah Wisatawan
Sumampan masih bisa disebut hidden gem. Tidak seperti Tegenungan atau Tukad Cepung yang ramai, di sini Anda bisa menikmati momen tenang, bahkan seringkali sendirian di tengah alam.
Jam Operasional & Harga Tiket
- Jam buka: 06.00 – 18.00 WITA
- Tiket masuk: Donasi sukarela (biasanya Rp10.000–20.000 per orang)
- Parkir: Tersedia dan gratis
Cara Menuju Sumampan Waterfall
- Dari Ubud: Naik motor atau mobil ke arah selatan menuju Jalan Raya Kemenuh.
- Gunakan Google Maps dan cari “Sumampan Waterfall” — petunjuk cukup jelas.
- Disarankan menggunakan sepatu anti licin karena jalur ke air terjun sedikit lembab dan curam.
Wisata & Aktivitas Terdekat
- Museum Arma & Museum Rudana – Galeri seni Bali kontemporer
- Tegenungan Waterfall – Air terjun populer, hanya 10 menit dari Sumampan
- Kemenuh Butterfly Park – Taman edukatif penuh kupu-kupu eksotis
- Pura Puseh Batubulan – Pura klasik tempat pertunjukan tari Barong
- Belajar batik & wood carving di desa-desa sekitar seperti Batuan
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Berfoto dengan latar tebing ukiran unik
- Berendam ringan di kolam dangkal
- Meditasi atau yoga dengan latar alam
- Piknik kecil di atas batu besar
- Membaca buku atau jurnal alam di tepi sungai
Kesimpulan Sumampan Waterfall
Sumampan Waterfall adalah oasis kecil yang tak hanya menyegarkan tubuh, tapi juga mengisi ulang jiwa. Cocok bagi Anda yang ingin menjauh dari keramaian, menyatu dengan alam, dan menikmati karya seni alami dan manusia dalam harmoni.
Bali tak melulu tentang pantai atau pura. Kadang, yang paling memikat adalah tempat-tempat sunyi seperti ini—yang menawarkan ketenangan yang tak bisa dibeli, hanya bisa dirasakan.



















