Pura Penataran Sasih: Jejak Bali Kuno dan Misteri Bulan Pejeng

Pura Penataran Sasih

Pura Penataran Sasih. Di tengah suasana pedesaan yang tenang dan hijau, berdiri sebuah pura kuno yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban Bali: Pura Penataran Sasih. Pura ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga situs bersejarah yang menyimpan salah satu peninggalan arkeologi paling penting di Pulau Dewata, yaitu Bulan Pejeng, sebuah nekara perunggu raksasa yang terkenal hingga mancanegara.

Begitu memasuki area pura, pengunjung akan langsung merasakan aura sakral yang kuat. Pepohonan rindang menaungi halaman pura, sementara arsitektur khas Bali berpadu harmonis dengan alam sekitar. Suasana sunyi dan damai membuat Pura Penataran Sasih terasa seperti ruang waktu yang membawa siapa pun kembali ke masa Bali kuno, jauh sebelum hiruk-pikuk pariwisata modern hadir.

Pura ini dipercaya telah ada sejak zaman prasejarah dan berkembang pada masa Hindu-Buddha awal di Bali. Keberadaannya menjadikan Pura Penataran Sasih sebagai salah satu pura tertua dan paling bersejarah di wilayah Gianyar.

Lokasi Pura Penataran Sasih

Pura Penataran terletak di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Lokasinya berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur pusat Ubud, sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan yang sedang menjelajahi kawasan Ubud dan sekitarnya.

Lokasi : Google Maps

Lingkungan sekitar pura masih sangat asri, dikelilingi sawah hijau dan perkampungan tradisional Bali. Lokasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi Bali yang lebih tenang, autentik, dan sarat nilai sejarah.

Baca Juga : Manuaba Waterfall: Sunyi yang Indah di Tengah Alam Ubud

Daya Tarik Utama

Daya tarik utama Pura Penataran Sasih terletak pada Bulan Pejeng, nekara perunggu raksasa yang disimpan di sebuah bangunan khusus di dalam kompleks pura. Dengan tinggi hampir dua meter dan diameter sekitar 1,6 meter, Bulan Pejeng dikenal sebagai nekara perunggu terbesar di Asia Tenggara.

Menurut legenda masyarakat setempat, Bulan Pejeng dipercaya sebagai potongan bulan yang jatuh dari langit dan memancarkan cahaya terang pada malam hari. Walaupun cerita tersebut bersifat mitologis, para arkeolog meyakini bahwa nekara ini berasal dari sekitar 300 SM, digunakan dalam ritual keagamaan dan upacara penting pada masa itu.

Selain Bulan Pejeng, daya tarik lainnya adalah:

  • Arsitektur pura yang masih mempertahankan bentuk tradisional Bali kuno
  • Patung dan relief bersejarah di sekitar area pura
  • Suasana sakral dan tenang yang jarang ditemukan di objek wisata ramai
  • Nilai edukatif yang tinggi bagi pecinta sejarah dan budaya

Pura ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin memahami Bali dari sisi spiritual dan historis, bukan sekadar destinasi foto.

Jam Buka

Pura Penataran buka setiap hari dengan jam operasional sebagai berikut:

  • Pukul 08.00 – 17.00 WITA

Pada hari-hari tertentu, terutama saat upacara keagamaan, jam kunjungan bisa berubah. Wisatawan disarankan untuk datang pada pagi atau sore hari agar suasana lebih sejuk dan tenang.

Tiket Masuk Pura Penataran Sasih

Untuk memasuki kawasan Pura, pengunjung dikenakan donasi sukarela atau tiket masuk dengan kisaran:

  • Rp10.000 – Rp20.000 per orang

Biasanya sudah termasuk peminjaman kain dan selendang sebagai pakaian sopan saat memasuki area suci. Biaya ini digunakan untuk perawatan pura dan kelestarian situs bersejarah di dalamnya.

Cara Menuju Pura Penataran Sasih

Pura Penataran Sasih

Pura Penataran Sasih sangat mudah diakses, terutama dari Ubud.

Dari Ubud:

  • Jarak sekitar 15 menit berkendara
  • Arahkan kendaraan menuju Tampaksiring
  • Ikuti petunjuk menuju Desa Pejeng

Transportasi yang bisa digunakan:

  • Sepeda motor (paling fleksibel)
  • Mobil pribadi
  • Taksi online atau sewa mobil dengan sopir

Akses jalan menuju pura sudah beraspal dan cukup baik, meskipun di beberapa titik jalannya agak sempit khas pedesaan Bali.

Baca Juga : Wisata Petulu Heron Bird Colony, Spot Senja Terindah Ubud

Wisata Terdekat

Setelah mengunjungi Pura Penataran Sasih, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa destinasi menarik di sekitarnya, seperti:

  • Goa Gajah (Elephant Cave) – Situs bersejarah dengan gua berornamen unik
  • Tirta Empul Tampaksiring – Pura air suci untuk ritual melukat
  • Gunung Kawi – Kompleks candi tebing yang megah
  • Museum Arkeologi Pejeng – Menambah wawasan sejarah Bali kuno
  • Sawah Terasering Pejeng – Tempat bersantai menikmati alam

Lokasi-lokasi ini bisa dikunjungi dalam satu rute perjalanan, cocok untuk wisata sehari penuh.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Berwisata ke Pura Penataran Sasih bukan hanya soal melihat bangunan, tetapi juga merasakan pengalaman yang lebih dalam. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan antara lain:

  • Wisata sejarah dan edukasi, mempelajari peradaban Bali kuno
  • Fotografi budaya, dengan tetap menjaga etika dan kesopanan
  • Meditasi ringan, menikmati ketenangan dan suasana sakral
  • Jelajah desa Pejeng, menyusuri kehidupan masyarakat lokal
  • Wisata spiritual, mengenal nilai-nilai keagamaan Hindu Bali

Penting untuk selalu menjaga sikap selama berada di area pura, seperti berpakaian sopan, berbicara pelan, dan menghormati upacara yang sedang berlangsung.

Baca Juga : Komaneka Fine Art Gallery: Rumah Seni Elegan di Jantung Ubud

Kesimpulan

Pura Penataran Sasih adalah destinasi wisata budaya yang menawarkan lebih dari sekadar keindahan visual. Pura ini menyimpan sejarah panjang, nilai spiritual, dan warisan arkeologi yang tak ternilai harganya. Keberadaan Bulan Pejeng menjadikan pura ini unik dan istimewa, tidak hanya di Bali, tetapi juga di tingkat Asia Tenggara.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal Bali lebih dalam—bukan hanya pantai dan hiburan—Pura Penataran Sasih adalah pilihan yang tepat. Suasana yang tenang, lingkungan yang asri, serta nilai sejarah yang kuat menjadikan kunjungan ke pura ini sebagai pengalaman yang berkesan dan penuh makna.

Jika kamu berkunjung ke Ubud dan sekitarnya, sempatkanlah melangkah ke Desa Pejeng. Di sanalah, Pura Penataran Sasih berdiri anggun, menjaga kisah Bali kuno yang terus hidup hingga hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *