Juwuk Manis Rice Field Walk. Bayangkan sebuah jalan setapak kecil yang membawa Anda melintasi hamparan hijau sawah, diapit oleh pohon kelapa yang bergoyang pelan, suara burung yang bersahutan, dan hembusan angin sejuk yang menyentuh wajah. Inilah Juwuk Manis Rice Field Walk, sebuah jalur pedesaan di Ubud yang masih jarang diketahui wisatawan. Jika Tegalalang Rice Terrace sudah begitu populer hingga dipadati pengunjung, maka Juwuk Manis menawarkan sisi lain Ubud: tenang, alami, dan intim.
Juwuk Manis bukan sekadar jalur sawah biasa. Ia adalah cermin kehidupan tradisional Bali yang berjalan pelan, jauh dari hiruk pikuk jalan raya. Jalan setapak ini memberi ruang untuk benar-benar menyatu dengan alam, melihat petani bekerja, dan sesekali menyapa warga lokal yang ramah. Di sinilah Anda bisa merasakan Ubud yang “asli”, sebelum hingar-bingar pariwisata merambah setiap sudutnya.
Lokasi Juwuk Manis Rice Field Walk
Juwuk Manis Rice Field Walk terletak di pusat Ubud, tepatnya di Jl. Kajeng, Ubud, Gianyar, Bali. Jalur ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Ubud Palace atau Ubud Art Market hanya dalam waktu sekitar 5–10 menit. Karena lokasinya yang tersembunyi di balik gang kecil, banyak wisatawan yang melewatkannya tanpa sadar.
Lokasi : Google Maps
Begitu masuk ke gang kecil di Jalan Kajeng, Anda akan menemukan papan penunjuk sederhana bertuliskan arah menuju “Rice Field Walk.” Dari sinilah petualangan kecil Anda dimulai.
Daya Tarik
- Keindahan Alam yang Tenang
Hamparan sawah menghijau sejauh mata memandang, berpadu dengan langit biru dan gunung di kejauhan. Jalur ini sangat fotogenik, terutama di pagi atau sore hari saat cahaya matahari jatuh lembut ke permukaan padi. - Atmosfer Pedesaan Asli Bali
Berbeda dengan destinasi populer lainnya, di sini Anda masih bisa melihat aktivitas petani menanam atau memanen padi, mendengar suara katak dari persawahan, atau menyaksikan bebek beriringan melintas jalan setapak. - Kedamaian yang Sulit Ditemukan
Tidak ada hiruk pikuk kendaraan, tidak ada pedagang yang memaksa, hanya ada Anda, alam, dan beberapa traveler lain yang mencari ketenangan. Jalur ini menjadi tempat ideal untuk meditasi berjalan atau sekadar melepaskan penat. - Café dan Penginapan Tersembunyi
Di sepanjang jalur, Anda akan menemukan café kecil dengan pemandangan sawah yang menenangkan. Beberapa homestay tradisional juga tersembunyi di area ini, menawarkan pengalaman menginap di tengah alam. - Spot Fotografi Instagramable
Jalan setapak yang membelah sawah, ditambah siluet pepohonan kelapa, adalah latar foto yang sempurna untuk Anda yang suka mengabadikan momen.
Jam Buka Juwuk Manis Rice Field Walk
Juwuk Manis Rice Field Walk tidak memiliki jam buka resmi karena merupakan jalur umum. Namun, waktu terbaik untuk berkunjung adalah:
- Pagi hari (06.00–09.00): udara sejuk, cahaya matahari lembut, suasana sangat tenang.
- Sore hari (16.00–18.00): matahari mulai condong ke barat, menciptakan golden hour yang indah untuk berfoto.
- Hindari siang hari karena cuaca bisa sangat terik.
Tiket Masuk Juwuk Manis Rice Field Walk
Kabar baiknya, tidak ada tiket masuk untuk berjalan-jalan di Juwuk Manis Rice Field Walk. Jalur ini gratis untuk umum. Anda hanya perlu membawa botol air minum sendiri, dan jika mampir ke café atau warung di sepanjang jalur, tentu ada biaya sesuai menu yang dipesan.
Cara Menuju

- Dari Ubud Palace atau Ubud Market: berjalan kaki sekitar 5–10 menit ke arah utara menuju Jalan Kajeng. Masuk ke gang kecil yang diapit oleh toko-toko lokal. Ikuti papan penunjuk sederhana.
- Dengan Kendaraan Pribadi atau Ojek: parkir kendaraan di sekitar pusat Ubud, lalu lanjutkan dengan berjalan kaki karena jalur ini tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.
- Menggunakan Google Maps: cukup ketik “Juwuk Manis Rice Field Walk” dan ikuti petunjuk. Namun, jangan heran jika jalurnya terlihat seperti gang kecil—justru di situlah pesonanya.
Wisata Terdekat
- Ubud Palace (Puri Saren Agung) – Istana kerajaan tempat pertunjukan tari tradisional.
- Ubud Art Market – Pasar seni penuh kerajinan tangan dan kain tradisional.
- Pura Taman Saraswati – Pura indah dengan kolam bunga teratai.
- Sacred Monkey Forest Sanctuary – Hutan monyet ikonik di pusat Ubud.
- Campuhan Ridge Walk – Jalur trekking terkenal dengan panorama perbukitan.
Aktivitas Terdekat
- Yoga & Meditasi – banyak studio yoga kecil di sekitar jalur, cocok untuk mencari ketenangan batin.
- Belajar Melukis atau Membatik – beberapa galeri seni di sekitar Jalan Kajeng menawarkan kelas singkat.
- Café Hopping – nikmati kopi organik atau smoothie bowl di café kecil dengan view sawah.
- Fotografi – eksplorasi spot foto alami, terutama saat golden hour.
- Menginap di Homestay Tradisional – rasakan pengalaman tidur di tengah sawah, jauh dari kebisingan kota.
Kesimpulan
Juwuk Manis Rice Field Walk adalah salah satu permata tersembunyi Ubud yang menawarkan pengalaman berbeda dari destinasi populer lainnya. Ia tidak megah seperti Tegalalang, tidak seramai Monkey Forest, namun justru di situlah letak daya tariknya.
Berjalan di jalur sawah ini serasa memasuki dunia lain—dunia di mana waktu berjalan lambat, di mana setiap tarikan napas penuh dengan kesegaran, dan di mana Anda bisa merasakan Bali dalam bentuk paling murninya.
Bagi traveler yang mencari ketenangan, keindahan sederhana, dan pengalaman otentik, Juwuk Manis adalah jawaban yang tepat. Jadi, saat Anda berkunjung ke Ubud, sisihkan satu pagi atau sore untuk menyusuri jalan kecil ini. Siapa tahu, langkah-langkah Anda di Juwuk Manis bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju ketentraman yang sesungguhnya.



















