Goa Gajah Bali: Lokasi, Sejarah, Harga Tiket, dan Tips Berkunjung

Goa Gajah Bali

Pura Goa Gajah adalah salah satu situs arkeologi dan spiritual terkenal di Bali yang terletak di Desa Bedulu, sekitar 10 menit dari pusat Ubud. Tempat ini dikenal dengan goa kuno yang memiliki mulut berbentuk ukiran wajah raksasa yang seolah-olah sedang menganga.

Goa ini diyakini dibangun pada abad ke-11 sebagai tempat meditasi para pertapa Hindu dan Buddha. Di dalam goa, terdapat relung-relung kecil serta arca Ganesha dan tiga lingga sebagai lambang Dewa Siwa, mencerminkan perpaduan dua kepercayaan besar di masa itu.

Selain gua utama, kawasan Pura Goa Gajah juga memiliki kolam pemandian suci dengan patung-patung wanita pembawa kendi yang memancurkan air — dipercaya memiliki nilai penyucian.

Suasana di sekitar pura sangat tenang, dikelilingi pepohonan rimbun dan aliran sungai kecil yang menambah kesan sakral. Tempat ini bukan hanya menarik secara spiritual dan historis, tetapi juga sangat fotogenik dan cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan sisi kuno Bali yang autentik.

Apa Itu Goa Gajah?

Goa Gajah, atau dikenal juga sebagai Elephant Cave, adalah situs arkeologi yang terletak di desa Bedulu, dekat Ubud, Bali. Tempat ini merupakan kompleks suci kuno yang memadukan unsur agama Hindu dan Buddha.

Dikenal karena pintu masuk gua berbentuk mulut raksasa yang terukir di batu, Goa Gajah menyimpan aura mistis yang memikat wisatawan, peneliti sejarah, dan pelaku spiritual.

Lokasi Goa Gajah

Goa Gajah terletak di:

Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

Sekitar 6 km dari pusat Ubud, atau sekitar 1 jam perjalanan dari Denpasar.

Letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau, menjadikannya salah satu destinasi sejarah yang populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Google Maps

Sejarah Goa Gajah

Goa Gajah diperkirakan dibangun pada abad ke-11, pada masa kerajaan Bali Kuno yang dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dan Buddha. Situs ini awalnya berfungsi sebagai tempat pertapaan para resi dan pendeta, serta tempat pemujaan dan meditasi.

Nama “Goa Gajah” sendiri bukan karena ada gajah, melainkan merujuk pada nama “Lwa Gajah” yang muncul dalam lontar kuno, kemungkinan berkaitan dengan Dewa Ganesha yang berwujud kepala gajah dan dihormati dalam agama Hindu.

Ciri Hindu:

  • Arca Ganesha di dalam gua.
  • Lingga-Yoni sebagai simbol Siwa dan Shakti.

Ciri Buddha:

  • Arca Buddha dan stupa yang ditemukan di sekitarnya.
  • Kemungkinan dulunya juga menjadi tempat bermeditasi para biksu Buddha Mahayana.

Struktur dan Keunikan Arsitektur

Pintu Masuk Gua

Daya tarik utama Goa Gajah adalah pintu masuk gua yang berbentuk wajah raksasa menyeramkan dengan mulut terbuka. Ukiran di sekeliling mulut gua menggambarkan berbagai sosok mistis, monster, dan makhluk gaib. Mulut raksasa ini melambangkan penjaga gerbang spiritual, dan diyakini sebagai perlindungan dari roh jahat.

Interior Gua

Di dalam gua yang gelap dan sempit ini, terdapat:

Sebuah arca Ganesha, dewa berkepala gajah.

Beberapa lingga dan yoni, simbol kekuatan maskulin dan feminin dalam ajaran Siwaisme.

Gua ini bukanlah tempat tinggal, melainkan ruang suci untuk bersemedi dan bermeditasi.

Kolam Pemandian

Di luar gua, terdapat kolam suci dengan enam patung dewi yang memegang kendi sebagai pancuran air. Kolam ini baru ditemukan kembali pada tahun 1954 oleh arkeolog Belanda. Air dari kolam ini dianggap suci dan digunakan dalam upacara penyucian diri (melukat).

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Goa Gajah

Menjelajahi Gua dan Kompleks Pura

Anda bisa masuk ke dalam gua, melihat arca Ganesha dan lingga-yoni, serta merasakan atmosfer spiritual yang hening dan sakral.

Melihat Kolam Suci

Kolam pemandian dengan patung dewi air sangat fotogenik dan memiliki nilai spiritual tinggi. Banyak wisatawan mengambil waktu untuk duduk dan bermeditasi di dekatnya.

Menyusuri Area Sekitar

Goa Gajah dikelilingi oleh sungai kecil dan reruntuhan purbakala, termasuk tangga dan jalur setapak yang mengarah ke lembah hijau nan asri.

Belajar Sejarah Bali Kuno

Tersedia informasi arkeologis dan pemandu lokal yang dapat menjelaskan sejarah Goa Gajah secara mendalam.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Harga Tiket Masuk Goa Gajah:

  • Wisatawan Domestik: Rp 30.000/orang
  • Wisatawan Mancanegara: Rp 50.000/orang

Sudah termasuk kain sarung dan selendang untuk dipakai selama berada di area pura.

Jam Buka:

Setiap hari, pukul 08.00 – 17.00 WITA

Waktu terbaik berkunjung: pagi hari atau sore menjelang matahari terbenam untuk suasana yang lebih sejuk dan tenang.

Etika Berkunjung ke Goa Gajah

  • Kenakan sarung dan selendang (tersedia di pintu masuk).
  • Berpakaian sopan, tidak memakai baju terbuka.
  • Hormati kesakralan tempat, jangan membuat kebisingan.
  • Jangan menyentuh arca atau benda suci secara sembarangan.
  • Bawa air minum dan alas kaki yang nyaman karena area bisa licin jika hujan.

Daya Tarik Tambahan di Sekitar Goa Gajah

Kombinasi Goa Gajah dan destinasi-destinasi ini cocok untuk tur sehari penuh di kawasan Ubud dan sekitarnya.

Kesimpulan: Mengapa Goa Gajah Wajib Dikunjungi

Goa Gajah adalah perpaduan antara sejarah kuno, arsitektur unik, dan spiritualitas tinggi. Tempat ini bukan hanya menyimpan sisa-sisa masa lalu, tetapi juga energi yang tenang dan menyentuh batin. Dengan keindahan alam di sekitarnya, ukiran mistis di pintu gua, dan kolam suci yang menenangkan, Goa Gajah memberikan pengalaman yang unik dan berkesan bagi siapa pun yang datang.

Baik Anda pencinta sejarah, pecinta spiritualitas, atau hanya wisatawan yang ingin melihat sisi Bali yang lebih dalam, Goa Gajah adalah destinasi yang wajib masuk dalam itinerary Anda.