Mas Woodcarving Village. Begitu kaki menapak di Desa Mas, suara pahat yang beradu dengan kayu menjadi musik yang khas. Di sela udara yang lembap dan hangat, aroma serbuk kayu memenuhi hidung, menandakan satu hal: Anda telah tiba di rumah para seniman ukir kayu terbaik di Bali.
Desa ini bukan sekadar tempat tinggal — Mas adalah jiwa yang hidup dari seni ukir. Setiap keluarga di sini memiliki hubungan batin dengan kayu. Sejak kecil, anak-anak tumbuh melihat ayah, paman, dan kakek mereka mengukir, membentuk karya seni yang kelak menghiasi pura, museum, bahkan galeri di luar negeri.
Deskripsi dan Sejarah Singkat
Mas Woodcarving Village, atau Desa Mas, sudah terkenal sejak abad ke-20 sebagai pusat seni ukir kayu di Bali. Desa ini melahirkan banyak maestro pemahat, salah satunya Ida Bagus Tilem, seorang seniman legendaris yang membawa seni ukir Bali ke panggung dunia.
Gaya ukiran khas Mas dikenal halus, penuh ekspresi, dan spiritual. Banyak karya mereka menggambarkan tokoh-tokoh dari epos Ramayana dan Mahabharata, figur dewa-dewi, serta bentuk manusia dan hewan yang diukir begitu hidup seolah bernapas. Namun kini, banyak seniman muda yang juga memadukan sentuhan modern dan kontemporer dalam karya mereka.
Desa Mas bukan sekadar “tempat membuat patung,” tetapi komunitas seni yang mengekspresikan filosofi hidup dan spiritualitas Bali melalui kayu. Setiap torehan adalah bentuk sembah dan rasa syukur kepada alam.
Lokasi Mas Woodcarving Village
Mas Woodcarving Village terletak sekitar 6 kilometer di selatan pusat Ubud, tepat di jalur utama antara Denpasar dan Ubud. Alamat lengkapnya berada di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Lokasi : Google Maps
Aksesnya sangat mudah — hanya 15 menit berkendara dari pusat Ubud, atau sekitar 1 jam dari Bandara Ngurah Rai. Desa ini berada di tepi jalan utama, jadi Anda tidak akan kesulitan menemukan deretan galeri dan bengkel seni yang berjajar di kiri-kanan jalan.
Daya Tarik Utama
- Menyaksikan Proses Ukir Langsung
Hal paling menarik di Desa Mas adalah melihat sendiri bagaimana kayu “dihidupkan” oleh tangan-tangan ahli.
Di banyak galeri, pengunjung diperbolehkan masuk dan menonton seniman bekerja. Suara ketukan pahat yang ritmis, aroma kayu jati dan mahoni, serta ketelitian mereka dalam setiap detail menjadi pemandangan yang menenangkan sekaligus menakjubkan.
- Karya yang Penuh Filosofi
Setiap ukiran punya makna. Misalnya, bentuk Garuda Wisnu Kencana melambangkan keberanian dan pengabdian, sedangkan Dewi Saraswati menggambarkan kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan. Karya seni di sini bukan hanya untuk dijual, tapi juga dihayati.
- Galeri Seni yang Menawan
Hampir setiap rumah di Desa Mas memiliki galeri kecil. Anda bisa menemukan karya sederhana hingga patung monumental bernilai tinggi. Beberapa galeri besar seperti Ida Bagus Tilem Museum dan I.B. Alit Art Studio juga terbuka untuk wisatawan.
- Workshop dan Kelas Ukir
Bagi yang ingin merasakan sensasi menjadi pemahat, banyak galeri menawarkan kelas singkat belajar mengukir. Dalam beberapa jam, Anda bisa belajar teknik dasar, memahat motif sederhana, dan membawa pulang karya buatan sendiri.
- Suasana Desa yang Damai
Berbeda dengan pusat Ubud yang ramai, Desa Mas menawarkan ketenangan pedesaan Bali. Jalanan kecil, pepohonan rindang, dan keramahan warga membuat suasana terasa hangat dan menyenangkan.
Jam Buka dan Tiket Masuk
Sebagian besar galeri dan bengkel seni di Desa Mas buka setiap hari,
- Jam operasional: 09.00 – 17.00 WITA
- Tiket masuk: Gratis
Anda hanya perlu membayar jika ingin membeli karya atau mengikuti kelas ukir. Beberapa studio juga menerima donasi sukarela untuk mendukung seniman lokal.
Cara Menuju ke Mas Woodcarving Village

- Dari Ubud: Sekitar 15 menit naik motor atau mobil menuju selatan melalui Jalan Raya Andong dan lanjut ke Jalan Raya Mas.
- Dari Denpasar atau Bandara Ngurah Rai: Sekitar 1 jam perjalanan melalui Jalan Raya Batubulan – Sukawati – Mas.
- Transportasi alternatif: Anda bisa menggunakan tour guide, taxi online, atau menyewa sepeda motor agar lebih fleksibel menjelajah setiap sudut desa.
Wisata Terdekat
- Goa Gajah (Elephant Cave) – Situs arkeologi kuno berjarak 10 menit dari Desa Mas.
- Tegenungan Waterfall – Air terjun indah untuk berendam dan berfoto.
- Ubud Monkey Forest – Hutan kera suci yang terkenal di pusat Ubud.
- Pura Taman Saraswati – Pura cantik dengan kolam bunga teratai yang menenangkan.
- Museum Puri Lukisan – Galeri seni Bali tertua dengan koleksi lukisan klasik.
Aktivitas Terdekat yang Bisa Dicoba
- Berbelanja suvenir ukiran kayu di toko-toko sepanjang jalan utama Desa Mas.
- Belajar meditasi atau yoga di sanggar lokal yang berpadu dengan energi spiritual desa.
- Mengunjungi sanggar tari untuk melihat latihan tari tradisional Bali.
- Berjalan santai menyusuri jalan desa sambil berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah.
Kesimpulan Mas Woodcarving Village
Mas Woodcarving Village bukan sekadar destinasi wisata — ia adalah jantung seni ukir Bali yang masih berdetak hidup hingga kini.
Di sinilah seni, tradisi, dan kehidupan berbaur tanpa batas. Anda tak hanya melihat karya, tetapi juga menyaksikan proses, merasakan ketenangan, dan memahami filosofi yang menghidupi para seniman.
Kunjungan ke Desa Mas akan meninggalkan kesan mendalam: bagaimana sepotong kayu sederhana bisa berubah menjadi karya luar biasa, dan bagaimana tangan-tangan manusia mampu mengabadikan jiwa budaya Bali dalam setiap pahatan.
Jadi, jika Anda mencari pengalaman wisata budaya yang lebih bermakna di Ubud, Mas Woodcarving Village adalah tempat di mana seni benar-benar berbicara.



















