Candi Gunung Kawi adalah salah satu situs purbakala paling memukau di Bali, yang terletak tersembunyi di lembah hijau Desa Tampaksiring. Kompleks ini terdiri dari sepuluh candi megah yang dipahat langsung pada tebing batu padas, menciptakan panorama spiritual yang menyatu sempurna dengan alam.
Dikelilingi oleh pepohonan tropis, aliran Sungai Pakerisan, dan sawah tradisional, tempat ini bukan hanya destinasi sejarah, tapi juga pelarian sempurna bagi jiwa-jiwa yang mendambakan ketenangan. Suasananya hening, mistis, dan penuh makna, membuat siapa pun yang datang merasa terhubung dengan masa lalu dan alam semesta.
Lokasi Candi Gunung Kawi
Candi Gunung Kawi terletak di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, sekitar 30–40 menit berkendara dari pusat Ubud atau sekitar 1,5 jam dari Denpasar. Meskipun lokasinya agak tersembunyi, perjalanan ke sana akan membawa kamu melewati persawahan hijau, desa tradisional, dan suasana pedesaan Bali yang tenang dan otentik.
Lokasi : Google Maps
Deskripsi & Sejarah Singkat Candi Gunung Kawi
Candi Gunung Kawi adalah kompleks candi batu yang dipahat langsung di tebing batu padas, berdiri megah sejak abad ke-11. Ada 10 candi atau kawasan candi (disebut candi padas), yang diyakini sebagai makam simbolik untuk Raja Udayana dan keluarganya dari Dinasti Warmadewa. Meskipun disebut “candi”, struktur ini lebih berfungsi sebagai tempat pemujaan leluhur, bukan sebagai tempat pemakaman.
Apa yang membuatnya unik? Bukannya membangun candi dari batu, para leluhur justru mengukir tebing itu sendiri, menciptakan karya agung arsitektur dan spiritualitas yang menyatu dengan alam.
Daya Tarik Utama

1. Candi yang Dipahat di Tebing
Bayangkan berjalan menuruni ratusan anak tangga, dikelilingi sawah dan hutan tropis, lalu tiba-tiba melihat ukiran raksasa di dinding batu yang berdiri tegak sejak seribu tahun lalu. Sensasinya? Seperti menemukan gerbang ke dunia lain.
2. Sungai Pakerisan yang Mengalir Tenang
Sungai suci ini membelah area kompleks candi, menghadirkan suasana hening dan menyejukkan. Gemericik airnya seolah jadi musik latar yang menenangkan batin.
3. Suasana Spiritual dan Mistis
Tempat ini bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk dirasakan. Aura spiritual terasa kental, dan banyak pengunjung memilih duduk diam sejenak untuk meditasi atau merenung dalam keheningan alam.
4. Spot Foto yang Ikonik
Dengan latar belakang ukiran candi raksasa, sawah, jembatan bambu, dan jalur alami, Gunung ini adalah surga tersembunyi bagi para pecinta fotografi dan pencari estetika.
Jam Buka Candi Gunung Kawi
Setiap hari:
Pukul 08.00 – 18.00 WITA
Disarankan datang di pagi hari (sekitar jam 8–10) saat udara masih segar dan belum ramai pengunjung.
Tiket Masuk Candi Gunung Kawi
- Warga Lokal: Rp 30.000
- Wisatawan Mancanegara: Rp 50.000
(Harga dapat berubah, termasuk selendang dan kain yang wajib dikenakan saat memasuki area suci.)
Cara Menuju Candi Gunung Kawi
Dari Ubud:
Jarak: ±15 km
Durasi: Sekitar 30 menit naik motor atau mobil
Akses jalan bagus, bisa menggunakan Google Maps atau mengikuti papan petunjuk menuju Tampaksiring
Dari Denpasar:
Jarak: ±40 km
Durasi: Sekitar 1,5 jam berkendara
Kamu bisa menggunakan jasa sopir lokal, sewa motor, atau ikut dalam tur harian dari Ubud.
Wisata Terdekat yang Bisa Dikunjungi
- Tirta Empul (±5 menit)
Pura suci dengan kolam air suci tempat umat Hindu melakukan ritual penyucian diri (melukat). - Istana Presiden Tampaksiring
Kompleks istana negara yang terletak tidak jauh dari candi, dengan pemandangan luar biasa. - Tegallalang Rice Terrace (±25 menit)
Sawah terasering yang sangat populer untuk trekking ringan dan foto Instagramable. - Gunung Kawi Sebatu
Kompleks pura yang lebih tersembunyi, penuh dengan kolam air jernih dan suasana spiritual.
Kesimpulan
Candi Gunung Kawi bukan sekadar destinasi wisata—ia adalah pelajaran hidup yang terukir dalam batu. Ia mengajak kita menunduk sejenak dari hiruk-pikuk dunia, dan menyelami jejak masa lalu yang sakral, sunyi, dan dalam. Di tengah alam yang masih alami dan jauh dari keramaian, kamu akan menemukan satu hal yang sering kita cari namun jarang kita temukan: ketenangan.
Jadi, jika kamu mencari tempat di Bali yang lebih dari sekadar indah—tempat yang bisa membuatmu merasa terhubung dengan sejarah, budaya, dan dirimu sendiri—Candi Gunung Kawi menantimu dalam keheningan yang abadi.



















