Neka Art Museum Ubud. Di balik hijaunya Ubud yang tenang dan sarat akan budaya, berdirilah Neka Art Museum (NAM)—sebuah tempat yang tak hanya memamerkan karya seni, tapi juga merangkum jiwa dan perjalanan panjang budaya Bali. Museum ini bukan hanya bangunan penuh lukisan; ia adalah kisah cinta seorang kolektor seni terhadap tanah kelahirannya, yang ingin membagikan keindahan Bali kepada dunia.
Didirikan pada tahun 1982 oleh Suteja Neka, museum ini lahir dari semangat untuk mengabadikan perkembangan seni rupa Bali—baik karya seniman lokal maupun mancanegara yang jatuh cinta pada Bali. Koleksinya menyentuh berbagai generasi, dari seni tradisional hingga kontemporer, menjadikannya oase seni di tengah alam tropis yang magis.
Lokasi Neka Art Museum Ubud
- Alamat: Jl. Raya Sanggingan, Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali
- Jarak dari pusat Ubud: Sekitar 2 km (5–10 menit naik motor atau mobil)
- Lokasi : Google Maps
Neka Art Museum Ubud ini terletak di jalur utama menuju Campuhan Ridge Walk dan mudah ditemukan dengan kendaraan pribadi, ojek online, maupun berjalan kaki bagi penikmat alam.
Daya Tarik Neka Art Museum Ubud
1. Koleksi Seni yang Mendalam
Neka Art Museum memiliki berbagai paviliun dengan nuansa berbeda. Di antaranya:
- Lukisan Klasik Bali: Gaya Ubud, Batuan, dan Sanur—berakar dari tradisi spiritual dan kisah wayang.
- Lukisan Kontemporer: Karya pelukis seperti Affandi, Srihadi Soedarsono, dan Arie Smit.
- Karya Seniman Asing: Rudolf Bonnet, Theo Meier, dan pelukis asing lainnya yang hidup di Bali dan berkarya terinspirasi oleh budaya lokal.
2. Paviliun Keris
Salah satu daya tarik unik Neka Art Museum Ubud adalah koleksi keris kuno yang luar biasa. Terdapat lebih dari 300 keris dari seluruh Nusantara yang memancarkan aura sejarah, spiritualitas, dan keindahan ukiran logam.
3. Galeri Fotografi & Arsip
Terdapat koleksi foto-foto dokumentasi Bali di masa lalu—potret kehidupan, adat, dan lanskap Bali tempo dulu yang begitu otentik dan mengharukan.
4. Suasana Tenang dan Natural
Bangunan museum tersebar di taman tropis yang sejuk. Perpaduan arsitektur Bali dan suasana damai menjadikan setiap kunjungan seperti perjalanan batin.
Jam Buka & Tiket Masuk

Jam Operasional: Setiap hari pukul 09.00 – 17.00 WITA
Tiket Masuk:
- Dewasa: Rp 75.000 – Rp 100.000
- Anak-anak: Gratis (di bawah 12 tahun, tergantung kebijakan saat itu)
Cara Menuju Neka Art Museum Ubud
Dari pusat Ubud: Naik motor, mobil, atau ojek online dalam waktu 5–10 menit.Dari Denpasar, Kuta, atau Seminyak: Perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan mobil sewa atau tur harian.Transportasi umum: Tidak tersedia langsung, disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.
Wisata Terdekat
- Campuhan Ridge Walk: Jalur trekking ringan dengan pemandangan lembah hijau yang memukau.
- Blanco Renaissance Museum: Museum seni lain dengan gaya eksentrik dan penuh warna.
- Pura Gunung Lebah: Pura kuno yang tenang di bawah jembatan Campuhan.
- Museum Puri Lukisan: Museum seni tertua di Bali dengan koleksi seni klasik.
Aktivitas Terdekat
- Mengikuti kelas lukis tradisional di Ubud
- Menikmati kopi Bali di kafe artistik sekitar Sanggingan
- Mengikuti sesi yoga di studio-studio alam sekitar museum
- Belanja lukisan di galeri seni lokal atau pasar seni Ubud
Kesimpulan
Neka Art Museum Ubud bukan sekadar tempat memajang lukisan. Ini adalah ruang perenungan, tempat belajar, sekaligus sumber inspirasi. Melangkah di dalamnya seperti membaca kisah Bali dalam warna, bentuk, dan energi yang tak terlihat namun terasa. Bagi siapa pun yang ingin memahami Bali lebih dalam dari sekadar pantai dan sawah, kunjungan ke museum ini adalah keharusan.
Jangan lupa siapkan kamera, buku catatan, dan hati terbuka—karena kamu mungkin pulang dengan sudut pandang baru tentang seni, dan mungkin, tentang kehidupan.









